Pelajari 6 Cara Bijak Hadapi Investasi Saham Turun Drastis

Pelajari 6 Cara Bijak Hadapi Investasi Saham Turun Drastis

Pergerakan grafik investasi saham yang berwarna merah tentu sering membuat para investor cemas. Tidak sedikit para investor menganalisis secara teknikal untuk mencari kesalahan atau masalah yang sedang terjadi.

Namun, ternyata yang dibutuhkan bukan pencarian kesalahan dengan analisis teknikal. Hal paling penting yang perlu dikelola adalah emosi atau perasaan Anda.

Karena saat pasar uang sedang lesu, hal krusial yang perlu Anda kontrol adalah emosi. Tujuannya agar Anda dapat tetap tenang dalam menghadapi fluktuasi pasar uang yang dinamis.

Bagaimana cara agar tetap tenang dan bijak saat menghadapi saham yang turun drastis? Anda dapat menyimak jawabannya pada artikel di bawah ini!

Inilah Cara Bijak Hadapi Investasi Saham yang Turun Drastis

Tidak perlu takut dan mengutamakan emosi saat investasi saham sedang anjlok. Berikut cara bijak dalam menghadapi situasi pasar yang sedang turun drastis!

Emosi merupakan musuh terbesar seorang investor. Dua emosi yang paling mendominasi siklus pasar uang adalah fear (ketakutan) dan greed (keserakahan).

Jika Anda tidak mampu mengontrol emosi-emosi tersebut saat pasar sedang lesu, maka Anda berisiko mengambil keputusan yang salah. Berikut cara bijak untuk mengontrol emosi saat menghadapi saham yang lesu:

  • Sadari Bahwa Volatilitas Adalah Hal Normal

Pertama, Anda harus sadar bahwa volatilitas merupakan hal yang normal. Grafik pasar saham tidak akan pernah bergerak lurus terus ke atas. Fluktuasi naik-turun adalah hal alami yang dapat terjadi.

Jadi, apabila portofolio Anda turun, sebaiknya Anda tidak langsung berpikir bahwa investasi Anda gagal. Tetap tingkatkan awareness dan bijak dalam menghadapi setiap langkahnya.

  • Jangan Fokus Pada Fluktuasi Harian!

Memilih investasi saham seharusnya membuat Anda memiliki point of view terkait waktu. Investor harus memiliki sudut pandang pasar uang sebagai peluang jangka panjang.

Sehingga, Anda tidak perlu fokus pada fluktuasi saham harian. Karena jika tujuan investasi Anda 5-10 tahun mendatang, perubahan harga pasar minggu ini tidak seharusnya mengubah rencana besar Anda.

  • Buat dan Konsisten dengan Rencana Investasi

Buatlah rencana dan Anda konsisten untuk mencapai rencana tersebut. Jika saat investasi saham Anda sudah punya rencana yang tertata, maka saat saham lesu Anda tidak mudah panik dan takut.

Untuk itu, penting untuk menentukan porsi investasi pada saham, kapan melakukan rebalancing dan sebagainya.

  • Gunakan Teknik “Pause and Evaluate”

Saat pasar investasi saham sedang lesu, sebaiknya Anda menggunakan teknik pause and evaluate. Teknik tersebut berguna untuk mencegah Anda mengambil keputusan yang gegabah.

Mari tanyakan pada diri sendiri, “Apakah saya menjual saham karena takut atau karena fundamental yang berubah?”

Langkah sederhana tersebut dapat membantu Anda untuk memilah mana emosi dan mana logika. Karena menunda keputusan dapat menghindari kerugian berlebih yang dapat merugikan Anda di masa depan.

  • Batasi Membaca Berita Negatif

Jika Anda termasuk orang yang mudah terpancing emosi dan ketakutannya, tips cerdik yang dapat Anda lakukan adalah membatasi untuk membaca berita negatif.

Karena biasanya, media akan membesar-besarkan berita investasi saham yang jatuh dan membuat investor panik. Maka dari itu, agar Anda tidak mudah overreact, lebih baik Anda berpikir objektif dan membatasi untuk membaca berita headline sensasional.

  • Terapkan Mindset Long-Term Compounding

Cara terakhir adalah menerapkan mindset long-term compounding. Artinya, investor yang sabar akan menikmati pertumbuhan saham yang luar biasa karena kepercayaan mereka pada potensi suatu perusahaan.

Kuncinya ada pada kata “compounding” atau efek berbunga dari pertumbuhan investasi Anda. Karena semakin lama Anda bertahan pada pasar, maka semakin besar kekuatan yang Anda miliki.

Maka dari itu, Anda tidak perlu bereaksi berlebihan saat investasi saham anjlok. Pertama-tama, Anda wajib membuat diri sendiri tenang agar tidak gegabah dalam mengambil suatu keputusan.

Setelah itu, barulah Anda dapat melakukan analisis teknikal yang dapat membantu rebalancing saham milik Anda ke arah yang lebih menguntungkan.

About the author