Hidden Gem Indonesia, 7 Suku Pedalaman yang Paling Autentik

Hidden Gem Indonesia, 7 Suku Pedalaman yang Paling Autentik

Hidden gem Indonesia tidak hanya tempat-tempat eksotis yang tersembunyi. Dengan melimpahnya kekayaan budaya masyarakat Indonesia, eksistensi suku terpencil yang masih autentik juga patut diketahui.

Hal tersebut agar berbagai budaya suku-suku tersebut dapat diapresiasi dan akhirnya dapat terus eksis walau jaman sudah berubah.

Oleh karena itu, simak pembahasan artikel kali ini jika Anda tertarik untuk mempelajari berbagai hidden gem kekayaan budaya Indonesia dari suku-suku terpencil. Mari baca hingga tuntas!

Hidden Gem Indonesia: Inilah 7 Suku Pedalaman dengan Budaya Autentik

Hidden gem Indonesia eksistensi suku terpencil dari peradaban modern. Tugas kita adalah melestarikannya dan bukan menghapuskan budaya autentik tersebut.

Liburan seru tidak hanya sekadar mengeksplor tempat-tempat eksotis dan hidden gem. Anda dapat mengunjungi dan mempelajari budaya autentik dari suku-suku pedalaman yang ada di Indonesia.

Walaupun tidak semua pemukiman suku tersebut dapat disambangi dengan sembarangan, setidaknya Anda mengetahui beberapa hidden gem peradaban budaya di Indonesia. Berikut daftarnya:

1. Suku Baduy (Banten)

Suku Baduy terletak di Provinsi Banten, Jawa Barat. Suku terkenal dengan karakteristik cenderung menutup diri dari dunia luar, seperti kemajuan teknologi. Namun, beberapa penduduk Baduy Luar sudah mulai mengenal baik teknologi.

Kekhasan penduduk Baduy terletak pada penerapan gaya hidup yang sangat tergantung dengan alam. Misal, membangun rumah tanpa paku dan menggantinya dengan material tali dari kulit.

2. Suku Polahi (Gorontalo)

Hidden gem Indonesia berikutnya adalah budaya dan tempat tersembunyi Suku Polahi di Gorontalo. Penduduk suku tersebut tinggal di pedalaman hutan pegunungan dan memiliki gaya hidup yang berpindah-pindah.

Salah satu gaya hidup Suku Polahi yang mungkin bertolak belakang dengan pemikiran era sekarang adalah perkawinan sedarah atau incest. Fakta menarik lainnya hampir semua penduduk lama suku ini tidak mengenal mata uang.

3. Suku Togutil (Halmahera)

Suku Togutil menjadi salah satu suku primitif yang masih menganut budaya autentik. Penduduk suku ini tinggal di dalam hutan Halmahera Timur. Kehidupan sehari-hari masyarakatnya sangat tergantung pada hasil hutan.

Sampai sekarang, penduduk Suku Togutil masih bergantung pada hasil alam, seperti sagu, getah, berburu babi dan rusa serta mencari ikan di sungai.

4. Suku Kajang (Sulawesi Selatan)

Hidden gem Indonesia yang dapat Anda ketahui adalah keberadaan Suku Kajang. Dapat dikatakan penduduk suku ini merupakan wujud nyata istilah green constitutionalism.

Penduduknya tidak hanya menjaga kelestarian hutan, tetapi juga nilai-nilai kesederhanaan yang menempatkan bumi sebagai “ibu”. Jika Anda ingin mengetahui kehidupan Suku Kajang lebih dalam, Anda dapat berkunjung ke lingkungan tersebut.

5. Suku Kombai & Korowai (Papua)

Di wilayah Papua, suku pedalaman yang tinggal terpencil masih relatif banyak. Salah satunya adalah Suku Kombai dan Korowai. Suku ini berdiam di wilayah adat Anim-Ha, Papua Selatan.

Penduduk suku ini masih hidup dengan cara berpindah-pindah. Ciri khas pemukiman Suku Kombai dan Korowai adalah membuat rumah di pohon-pohon tinggi.

6. Suku Sakai (Riau)

Di Kabupaten Siak, terdapat hidden gem Indonesia terkait budaya suku terdalam yaitu Suku Sakai. Budaya autentik dari suku ini masih berupa gaya hidup yang berpindah-pindah dan memanfaatkan hasil hutan.

Kebanyakan penduduk Suku Sakai masih mempraktekkan kepercayaan animisme. Namun, seiring perkembangan budaya dan sosial, beberapa penduduknya sudah memeluk agama Islam atau Kristen.

7. Suku Samin (Jawa Tengah)

Suku Samin terkenal dengan filosofi hidup “Sedulur Sikep” yang mengutamakan kejujuran, harmoni, dan kesederhanaan. Mata pencaharian penduduk suku ini bergantung pada hasil alam atau menjadi petani.

Sekarang, para penduduk Suku Samin tersebar di berbagai wilayah Jawa Tengah, seperti Blora, Kudus, Pati, hingga Jawa Timur.

Itulah berbagai hidden gem Indonesia yang merupakan suku-suku terdalam yang masih memegang teguh nilai-nilai autentik. Eksistensi suku-suku tersebut memberikan pemahaman bahwa dibalik perkembangan zaman, budaya lama masih dipegang teguh oleh kelompok tertentu.

Oleh sebab itu, kita sebagai manusia yang lebih modern memiliki tanggung jawab untuk melestarikan budaya autentik tersebut. Bukan sebaliknya, atau memaksa budaya leluhur untuk dihapuskan.

About the author